10:42 pm - Wednesday October 18, 2017

Sapardi Djoko Damono, Tak Pernah Berhenti Berkarya Sepenuh Jiwa

sdd

Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono atau yang biasa disingkat namanya menjadi SDD, adalah salah satu pujangga kenamaan Indonesia. Lahir di Surakarta pada 20 Maret 1940. Karya-karyanya begitu khas, dengan bahasa yang sederhana namun begitu kaya dan menyentuh jiwa.

Salah satu puisinya yang paling populer adalah yang berjudul “Aku Ingin“.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu

Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan

Kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Bakat menulisnya telah terlihat sejak ia masih remaja. Semasa SMP dan SMA, ia sudah sering mengirimkan karya-karyanya ke berbagai majalah. Hobby menulisnya ini kian berkembang saat ia melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Lalu pada tahun 1974, SDD menjadi salah satu pengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia. Karirnya kian menanjak dengan menjadi Dekan kemudian menjadi Guru Besar di Universitas Indonesia, namun kini telah pensiun. Pada saat yang sama, ia juga menjadi salah satu redaktur majalah sastra Horison, Basis, dan juga Kalam.

Pada tahun 1986, SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Puluhan buku kumpulan puisinya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa, baik bahasa asing maupun bahasa daerah. Tak hanya menulis kumpulan puisi, SDD pun kerap menulis cerpen dan essai yang tak hanya dimuat dalam berbagai majalah sastra, namun juga telah diterbitkan dalam bentuk buku. Selain itu, ia juga menuliskan kembali beberapa naskah klasik serta menerjemahkan buku-buku Kahlil Gibran dan Jalaludin Rumi ke dalam bahasa Indonesia.

Puisi-puisi karyanya semakin populer setelah dibawakan dengan teknik musikalisasi oleh Reda Gaudiamo, Tatyana serta Ananda Sukarlan. Jika Anda penasaran ingin menikmati kesyahduan musikalisasi puisi Sapardi Djoko Damono, Anda bisa dengan mudah menemukannya di situs youtube.

Filed in: Seni dan Budaya

No comments yet.

Leave a Reply