11:41 pm - Sunday October 22, 2017

Rahvayana, Dwilogi Pertama Nada dan Kisah Rahwana-Sinta

Rahvayana, Dwilogi Pertama Nada dan Kisah Rahwana-Sinta

Sujiwo Tejo, si dalang edan baru saja meluncurkan karya terbarunya bertajuk “Rahvayana, Aku Lala Padamu”. Sang seniman yang terkenal nyeleneh dan nyentrik ini mencetak 777 eksemplar edisi eksklusif bertanda tangan.

“Rahvayana, Aku Lala Padamu” adalah sebuah karya berupa cerita, nada dan kata yang dirangkum dalam sebuah buku berisi 20 bab cerita serta sebuah CD berisi 14 buah lagu dengan nada – nada khas Sujiwo Tejo. Tak hanya suara Sujiwo Tejo dan para sinden saja yang akan Anda dengar dalam rangkaian musiknya kali ini. Para vokalis serta seniman dan tokoh – tokoh ternama pun turut ambil bagian menyumbangkan suaranya.

Para vokalis yang akan Anda nikmati suaranya dalam 14 buah lagu tersebut adalah :

  • Sujiwo Tejo (Rahwana)
  • Putri Ayu (Sinta)
  • Anji (Rama)
  • Dira Sugandi (Trijata)
  • Joel Kiwil (Lesmana)
  • Stefan Sagala (Hanuman)
  • Eka Deli (Sarpakenaka)
  • Dadang Sujayandi (Dalang)
  • Doddy Katamsi (Marica & Wibisana)
  • Otig Pakis (Kumbakarna)
  • Bonita (Mandodari)
  • Karni Ilyas, Butet Kartaredjasa, Effendi Gazali, Arswendo Atmowiloto (Ponokawan)
  • Nanang Hape (Suluk)
  • Bianglala Voices (Choir)

Dalam buku “Rahvayana, Aku Lala Padamu” ini Sujiwo Tejo akan membuat Anda tersenyum tersipu – sipu dengan romantisme Rahwana terhadap Sinta. Dibalik sosoknya yang raksasa dan perannya yang diletakkan sebagai antagonis, Rahwana memiliki cinta yang luar biasa menyentuh hati nurani.

Sujiwo Tejo yang selalu “menyelewengkan” kisah – kisah wayang, kali ini pun mempersembahkan cerita cinta Rahwana – Sinta secara tidak biasa alias anti-mainstream. Dalam “Rahvayana, Aku Lala Padamu”, imajinasi Anda tak hanya akan terpikat dengan kisah “ala Sujiwo Tejo” saja. Telinga dan perasaan Anda pun akan dimanjakan dengan alunan lagunya yang memang “Sujiwo Tejo banget”.

Berikut ini adalah review singkat dari Arswendo Almowiloto, Najwa Shihab dan Butet Kertaredjasa mengenai “Rahvayana, Aku Lala Padamu” :

“Dalam Rahvayana, cinta itu indah, bergairah, walau kadang berdarah. Terutama ketika jatuh cinta, atau dijatuhi. Menyenangkan, karena cinta menjadi pemenang : baik bagi Sinta, Rahwana, atau pembaca.”

-Arswendo Atmowiloto-

“Nakal dan jenaka – khas sang dalang edan Sujiwo Tejo. Membaca novel ini seperti dibawa bertualang di antara dua dunia, ketika tokoh pewayangan hidup di dunia modern. Satu hal yang terlintas di benak, ah, betapa beruntungnya menjadi Sinta….”

-Najwa Shihab-

“Unik dan autentik. Serba tidak terduga, tapi mengandung kebenaran. Mengejutkan sekaligus menyegarkan.”

-Butet Kartaredjasa-

Filed in: Seni dan Budaya

No comments yet.

Leave a Reply