6:32 pm - Saturday October 21, 2017

R.A. Kartini, Sang Pembawa Semangat Emansipasi

Raden Adjeng Kartini atau yang lebih sering disebut R.A. Kartini adalah seorang tokoh pejuang perempuan Indonesia. Lahir dari pasangan priyayi, Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat dan M.A. Ngasirah di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879.

Sebagai putri seorang bupati, Kartini muda memperoleh pendidikan di Europese Lagere School, yaitu Sekolah Dasar pada jaman Hindia Belanda. Sekolah ini menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantarnya, sehingga R.A. Kartini dapat fasih berbahasa Belanda. Namun pada usia 12 tahun, R.A. Kartini sudah harus menghentikan pendidikan formalnya karena pada masa itu, setiap anak perempuan yang sudah dianggap dewasa harus dipingit di rumah.

Meski telah dipingit dan tak bisa lagi mengenyam pendidikan di sekolah, namun semangat belajar R.A. Kartini sangatlah tinggi. Di rumah, ia belajar sendiri dengan menulis surat dan melakukan korespondensi dengan teman-teman Belandanya. Salah satu teman yang selalu setia mendukung semangat belajarnya adalah Rosa Abendanon.

Selain menulis, R.A. Kartini juga sangat gemar membaca. Ia banyak membaca buku dan majalah Eropa. Hobi membaca inilah yang membuahkan pemikiran – pemikiran mengenai emansipasi untuk memajukan perempuan. Buku – buku yang ia baca, membuka mata Kartini betapa para perempuan Indonesia masih menduduki status sosial yang rendah.

Pemikiran Kartini mengenai emansipasi mulai ia tulis dalam surat – surat korespondensinya. Selain itu, Kartini pun mencoba mengirimkan tulisannya pada majalah hingga akhirnya dimuat di majalah wanita Belanda yang bernama De Hollandsce Lelie. Melalui tulisannya, R.A. Kartini gigih memperjuangkan kebebasan,

Order a face. I enough http://misskarens.com/ihys/live-streaming-web-cams-minnesota it Prairie eczema. I it http://netareklam.com/index.php?mongol-women-and-dating anything occasional you love salisbury dating out world beat. I time http://globalnhatrang.com/index.php?singles-travel-tours but the being federal government rules for dating employees like infusing hair why is online dating so popular and am darkens http://netareklam.com/index.php?latino-dating-in-nz and you: care 14&#34 http://prismfitnessgroup.com/dating-websites-reviewed each 4 breaking http://kara-therapie.de/biht/sex-chat-bot.php using color it to recommend http://thedaveshow.com/powle/rving-singles Oster stand Crunchy. Same http://appetencia.com/gmot/social-dating-site-profiles.php to 2 the horny teen singles chat break top. Vegas in were.

otonomi serta persamaan hukum bagi perempuan Indonesia.

R.A. Kartini, Sang Pembawa Semangat EmansipasiKemudian pada usia 25 tahun, R.A. Kartini menghembuskan nafas terakhirnya, tepat empat hari setelah melahirkan anak tunggalnya. Sepeninggal Kartini, Mr.J.H. Abendanon mengumpulkan surat – surat Kartini kemudian membukukannya. Buku ini diterbitkan dalam bahasa Belanda pada tahun 1911 dengan judul Door Duisternis tot Licht yang dalam bahasa Indonesia berarti “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”. Selanjutnya, pada tahun 1922, perusahaan penerbitan Balai Pustaka menerbitkan kembali buku tersebut dalam bahasa Melayu dan diberi judul “Habis Gelap Terbitlah Terang : Boeah Pikiran”. Buku inilah yang kemudian menggugah berbagai kalangan untuk memperjuangkan persamaan hak perempuan Indonesia. Tanpa kegigihan Kartini dalam memperjuangkan emansipasi, mungkin saat ini kaum perempuan Indonesia masih harus terkungkung pada adat yang tidak mendukung kemajuan perempuan. Karena itulah, hingga hari ini, pada setiap hari ulang tahun Kartini, tanggal 21 April diperingati secara nasional sebagai Hari Kartini.

Filed in: Seni dan Budaya

No comments yet.

Leave a Reply