6:31 pm - Saturday October 21, 2017

Orhan Pamuk, Sang Sastrawan Kebanggaan Turki

Orhan Pamuk, Sang Sastrawan Kebanggan TurkiNama Orhan Pamuk sudah tak asing lagi di kancah sastra dunia. Novelis asal Turki ini telah menelurkan karya – karya sastra yang tidak diragukan lagi kualitasnya. Salah satu novel karyanya yang berjudul “My Name is Red” atau yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi “Namaku Merah Kirmizi” berhasil meraih penghargaan Nobel Sastra pada tahun 2006.

Orhan Pamuk lahir dan tumbuh besar di Istanbul. Ia dilahirkan pada 7 Juni 1952. Sebagai anak yang dibesarkan oleh keluarga kaya, Orhan Pamuk mengenyam pendidikan yang baik di Istanbul.

Karya – karya Orhan Pamuk didominasi oleh latar tempat, sejarah serta budaya Turki. Dalam memoarnya yang berjudul “Istanbul: Kenangan Sebuah Kota” atau yang dalam bahasa aslinya berjudul “İstanbul: Hatıralar ve Şehir“, Orhan Pamuk mengemukakan betapa dirinya begitu melekat pada kota yang terletak di dua benua tersebut.

Karir Pamuk tak selalu mulus. Pada Juni 2005, Orhan Pamuk dikenai hukuman atas wawancara yang pernah ia sampaikan. Tak gentar menghadapi dakwaan yang ditujukan atas kritikannya terhadap pemerintah, Pamuk kembali mengulang pernyataan kontroversial tersebut pada sebuah pidato yang ia lakukan di Jerman.

“Saya ulangi, saya katakan dengan keras dan jelas bahwa satu juta orang Armenia dan 30.000 orang Kurdi telah dibunuh di Turki.”

Pernyataan Pamuk ini membawanya pada dakwaan yang melanggar aturan pidana Turki Ayat 301 yang menyatakan: “Seseorang yang secara eksplisit menghina keberadaan seorang Turki, Republik atau Dewan Nasioal Agung Turki, akan dikenai hukuman penjara selama enam bulan hingga tiga tahun.”

Pernyataan Pamuk mengenai suku Kurdi dan Armenia tersebut menuai kritik dari rekan – rekan sebangsanya.

Kasus ini mengundang perhatian internasional. Hingga akhirnya Amnesti Internasional mengeluarkan pernyataan yang menyerukan agar Ayat 301 dihapus dan agar Orhan Pamuk beserta enam orang lainnya yang akan diadili dengan Undang-Undang itu dibebaskan.

Penghargaan yang pernah diraih Orhan Pamuk :

  • 1979 Penghargaan Pertandingan Novel Milliyet Press (Turki) untuk novelnya Karanlık ve Işık (pemenang bersama)
  • 1984 Hadiah Novel Madarali (Turki) untuk novelnya Sessiz Ev
  • 1990 Penghargaan Fiksi Asing Independen (Britania Raya) untuk novelnya Beyaz Kale
  • 1991 Prix de la Découverte Européenne (Hadiah Penemuan Eropa) (Prancis) untuk terjemahan bahasa Prancis novelnya Sessiz Ev
  • 2002 Prix du Meilleur Livre Etranger (Hadiah untuk Buku Asing Terbaik) (Prancis) untuk novelnya Namaku Merah
  • 2002 Premio Grinzane Cavour (Italia) untuk novelnya Namaku Merah
  • 2003 Penghargaan Sastra Internasional IMPAC Dublin (Irlandia) untuk novelnya Namaku Merah
  • 2005 Hadiah Perdamaian Pameran Dagang Buku Jerman (Jerman)
  • 2005 Prix Medicis Etranger (Prancis) untuk novelnya Salju
  • 2006 Penghargaan Nobel dalam Sastra

Buku Karya Orhan Pamuk :

  • 1982 : Cevdet Bey ve Oğulları (Tn. Cevdet dan Anak-anaknya)
  • 1983 : Sessiz Ev (Rumah yang Sunyi) (Silent House)
  • 1985 : Beyaz Kale (Kastil Putih) (The White Castle)
  • 1990 : Kara Kitap (Buku Hitam) (The Black Book)
  • 1995 : Yeni Hayat (Kehidupan Baru) (The New Life)
  • 1999 : Öteki Renkler (Warna-warna Lain) (Other Colours)
  • 2000 : Benim Adım Kırmızı (Namaku Merah Kirmizi) (My Name is Red)
  • 2002 : Kar (Salju) (Snow)
  • 2003 : İstanbul: Hatıralar ve Şehir (Istanbul: Kenangan dan Kota) (Istanbul : Memories and The City)
  • 2008 : The Museum of Innocence
Filed in: Seni dan Budaya

No comments yet.

Leave a Reply