3:08 pm - Friday October 18, 7033

Mutu Pendidikan Indonesia di Mata Dunia

Tanggal 2 Mei yang lalu baru saja diperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Indonesia. Namun sungguh miris jika melihat kualitas pendidikan yang masih begitu rendah. Menurut studi yang dilakukan beberapa lembaga internasional, mutu pendidikan di Indonesia masih jauh dari baik.

Berdasarkan data dalam Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2011: The Hidden Crisis, Armed Conflict and Education yang dikeluarkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang diluncurkan di New York pada tanggal 1 Maret 2011, indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI) berdasarkan data tahun 2008 adalah 0,934. Nilai itu menempatkan Indonesia di posisi ke-69 dari 127 negara di dunia. Sedangkan Programme for International Study Assessment (PISA) 2012 menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan.

Pendidikan Indonesia di Mata Dunia

Hal ini seolah menjadi PR yang tak berkesudahan bagi pemerintah. Pasalnya, hingga hari ini pemerataan pendidikan di Indonesia masih jauh dari kata layak. Menurut rekapitulasi data tahun 2012 – 2013 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, jumlah sekolah dasar di seluruh Indonesia adalah sebanyak 185.146. Jumlah tersebut terbagi dalam ; 147.487 Sekolah Dasar, 35.605 Sekolah Menengah Pertama dan 2.054 Sekolah Luar Biasa (SD dan SMP).

Jumlah sekolah yang ada, tidak diimbangi dengan pemerataan sekolah. Misalnya saja, terdapat  19.414 SD dan 3.313 SMP di Provinsi Jawa Tengah, 9.432 SD dan 2.357 SMP di Provinsi Sumatera Utara, sedangkan di Provinsi Gorontalo hanya terdapat 901 SD dan 317 SMP, di Provinsi Papua terdapat 2.326 SD dengan hanya 468 SMP. Data selengkapnya bisa dilihat langsung di http://infopendataan.dikdas.kemdikbud.go.id/arsip2012.

Pemerataan sekolah yang buruk masih ditambah lagi dengan permasalahan sulitnya menemukan guru yang mau mengabdi di pelosok negeri. Di banyak daerah terpencil, masih bisa kita temui 1 orang guru yang mengajar SD dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 sekaligus.

Rendahnya mutu pendidikan di Indonesia tidak saja menjadi PR pribadi pemerintah. Persoalan pendidikan ini, kini juga menjadi perhatian pihak swasta. Beberapa gerakan di bidang pendidikan mulai gencar dilakukan pihak swasta, contohnya Gerakan Indonesia Mengajar, Sekolah Gratis Master, Kelas Inspirasi, Taman Baca Gratis, Akademi Berbagi, dan lain – lain.

Filed in: Pendidikan

No comments yet.

Leave a Reply