6:27 pm - Saturday October 21, 2017

Menggali Kekayaan Budaya di Museum Wayang

Museum Wayang terletak di area Kota Tua, Jakarta. Posisinya tidak jauh dari Museum Fatahilah dan berada berseberangan dengan Museum Keramik. Bangunan Museum sudah didirikan sejak tahun 1640 oleh VOC. Pada masa awal, gedung difungsikan sebagai gereja yang diberi nama De Oude Hollandsche Kerk. Kemudian bangunan ini direnovasi pada tahun 1733, dan sedikit diubah namanya menjadi De Nieuwe Hollandsche Kerk.

Selanjutnya, pada tahun 1937, bangunan dialihfungsikan menjadi museum yang diberi nama De Oude Bataviasche Museum. Museum terus mengalami renovasi dan perubahan, hingga akhirnya pada tahun 1974, Gubernur Jakarta pada masa itu, Ali Sadikin memutuskan untuk mengubah museum tersebut menjadi Museum Wayang yang kita kenal hingga sekarang.

Museum Wayang

Museum Wayang memiliki ratusan koleksi. Tak hanya terbatas pada wayang kulit yang begitu populer di indonesia, tapi dilengkapi pula dengan berbagai jenis wayang dari bambu, rumput, kayu, kertas, dan lain – lain. Di lantai dua bangunan, Anda juga bisa menemukan satu set peralatan gamelan lengkap, mulai dari yang kecil seperti bonang, hingga gong yang terbesar.

Museum Wayang juga memiliki koleksi berbagai wayang dari luar negeri. Beberapa diantaranya adalah cinderamata dari tamu kenegaraan. Di lantai dua juga, Anda bisa melihat – lihat koleksi wayang Thailand, India, China, Perancis, dan beberapa negara lain.

Wayang yang dipajang pun bukan wayang baru, tak jarang ada yang berusia puluhan tahun. Wayang – wayang antik ini ada yang masih bagus kondisinya, namun sayang ada juga yang sudah tampak lapuk dan seperti kurang terawat. Yang amat disayangkan lagi, banyak deskripsi wayang yang salah ketik serta salah penjelasan nama wayang.

Jika Anda ingin menghabiskan waktu di Museum Wayang, Anda cukup membayar tiket masuk seharga Rp600 – Rp2.000 saja per orang. Museum buka setiap hari Selasa – Minggu, jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

Filed in: Seni dan Budaya

No comments yet.

Leave a Reply