Kemajemukan Agama dan Cara Menghormatinya

Kemajemukan agama adalah hal yang tak bisa dihindari terutama di Indonesia dan untuk menjaga hubungan yang harmonis, setiap orang harus saling menghormati.

Seperti kita tahu Indonesia adalah negara yang majemuk di mana kemajemukannya meliputi beberapa hal seperti kemajemulan agama, ras, dan etnik. Sebagai bangsa Indonesia seharusnya masyarakat Indonesia sudah terbiasa dan bisa menghargai satu sama lain dalam hal apapun termasuk dalam hal agama karena berdarkan pancasila dan UUD 45 pun bangsa Indonesia berhak memeluk agama yang diyakininya.

Namun pada kenyataannya, ternyata banyak terjadi cela-mencela antar umat beragama bahkan ada yang menimbulkan aksi anarkis di masyarakat. Tentunya hal ini menjadi keprihatinan semua pihak sehingga perlu berbagai macam upaya untyuk menjaga kerukunan umat beragama.

Kemajemukan Agama: Pentingnya Toleransi Beragama

Kemajemukan agama akan berdampak pada hubungan antar umat agama. Sayangnya tidak semua orang paham akan pentingnya toleransi antar umat beragama.

Kebanyakan orang masih menganggap bahwa agama mereka adalah yang paling benar. Semua agama pasti mengajarkan hal yang baik. Untuk itu kita harus menjaga agar hubungan antar sesama manusia dapat berlangsung dengan baik. Manfaat toleransi beragama adalah antara lain menghindari terjadinya perpecahan dan memperkokoh silaturahmi.

Dalam kehidupan sehari-hari tentunya kita saling membutuhkan satu sama lain apalagi dengan tetangga sekitar di mana kemajemukan agama sangat kental. Jika kita tidak menghormati pemeluk agama lain, tentunya kita akan sangat kesulitan juka suatu saat memerlukan bantuan.

Kemajemukan Agama: Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama

Ada banyak cara untuk membangun toleransi dan kerukunan antar umat beragama dalam rangka menyikapi kemajemukan agama di Indonesia. Pertama-tama kita garus membangkitkan pengakuan dan kesasaran, kewajiban dan kebutuhan bersama serta cara-cara dan dasar-dasar untuk membangkitkan proses komitmen dan penyadaran.

Kita juga harus menyadari  bahwa kemajemukan agama bukanlah hal yang negatif. Justru hal ini memotivasi kita untul saling terbuka, menghargai, mengakui, berdialog, dan memahami satu sama lain. Hanya dengan menyapa, orang lain akan merasa diakui. Lakukan hal-hal kecil yang selama in Anda anggap remeh tapi bisa sangat bernilai bagi orang lain.

Hal-hal kecil tersebut misalnya menyapa, mengundang, dan segala bentuk interaksi lainnya. Bahkan kita pun juga bisa berdialog dalam hal apapun.

Biarkan pemeluk agama lain beribadah sesuai dengan agamanya. Misalnya, ketika hari jumat biarkan umnat muslim pergi ke masjid. Atau ketika hari, biarkan teman Anda yang beragama Katolik pergi ke gereja. Dengan demikian orang dengan perbedaan agama tidak akan melihat perbedaan ini sebagai masalah.

Sebaliknya dengan banyaknya perbedaam, bangsa Indonesia akan lebih menyadari bahwa perbedaan tersebut meruoakan Jangan pernah merasa bahwa perbedaan adalah jurang pemisah. Pandanglah kemajemukan agama sebagai bentuk budaya indonesia yang yang terkenal dengan keaneragamannya.