11:38 pm - Sunday October 22, 2017

Jokowi : Angka Dua Simbol Keseimbangan

Jokowi jk

Pasangan capres dan cawapres yang akan berlaga pada pemilu presiden 9 Juli mendatang telah mendapatkan nomor urutnya masing – masing. Jokowi mendapat kesempatan pertama untuk mengambil undian nomor urut. Capres Prabowo Subianto yang menggandeng Hatta Rajasa sebagai cawapres mendapatkan nomor urut 1, sedangkan pasangan Joko WidodoJusuf Kalla mendapatkan nomor urut 2.

Jokowi menanggapi positif nomor urut yang ia dapatkan. Menurut Jokowi, angka 2 adalah simbol keseimbangan. “Ada capres,  ada cawapres. Ada mata kanan, ada mata kiri. Ada telinga kanan, ada telinga kiri. Ada tangan kanan, ada tangan kiri. Semua harmoni dalam sebuah keseimbangan” tuturnya setelah pengambilan nomor urut pada 1 Juni kemarin.

Setelah pengambilan nomor urut, Jokowi langsung diserbu para pendukungnya yang sudah menunggu di depan kantor Komisi Pemilihan Umum atau KPU. Para simpatisan pendukung Jokowi – JK ini turut tak sabar menanti pasangan capres dan cawapres yang didukungnya mengambil nomor urut.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristianto mengatakan bahwa tak jadi soal Jokowi – JK mendapatkan nomor urut 1 atau 2. Menurutnya, nomor urut 1 atau 2 tidak akan mempengaruhi hasil perolehan suara. Kini, masyarakat lebih banyak menilai figur si capres dan cawapres tanpa memperhitungkan nomor urut.

Jokowi dan JK sendiri dikenal sebagai pengusaha sukses yang sederhana dan rendah hati. Kesuksesan Jokowi dalam menggalang suara rakyat pada pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2012 – 2017 turut pula mendongkrak suara PDIP pada pemilihan calon legislatif 2014. Jusuf Kalla atau yang lebih sering dipanggil JK sendiri telah berpengalaman menjadi RI 2 pada masa pemerintahan pertama Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY. Kini, Jokowi pun mempercayakan posisi cawapres kepada JK setelah mempertimbangkan beberapa calon kandidat lainnya.

Filed in: Politik

No comments yet.

Leave a Reply