10:46 pm - Wednesday October 18, 2017

Humor menjadi identitas budaya membantu memahami perbedaan

Humor menjadi identitas budaya yang kadang lebih mudah dimengerti ketimbang bahasa resmi yang scientific dan sesuai dengan penelitian.

Seperti beberapa humor Amerika, Rusia, Cina, Indonesia yang bisa di bandingkan dalam pembahasan tentang ke lucuannya. Presiden Kennedy empunyai beberapa kisah asmara dan pada akhirnya kisahnya tak luput dijadikan bahan humor sebagai salah satu icon humor Amerika yang ajuga dipahami orang dari lain Negara yang mungkin belum pernah mendengar tentang Amerika.

Salah satu yang menjadi terkenal adalah pada suatu jumpa pers 15 Februari 1962 yang membahas tentang kemungkinan gegeran sosial di negerinya akibat otomatisasi menjadi humor baru.

Humor menjadi identitas budaya biasanya yang mengkritik

Humor itu diciptakan oleh James Reston pimpinan The New York Times dengan kata-kata: “Mesin-mesin sepertinya akan menggantikan segalanya di sini kecuali wanita-wanita sexy dan Presiden Kennedy sangat mengkhawatirkan hal ini”.

Humor ala amerika yang membuat Humor menjadi identitas budaya biasanya mengkritik perilaku para politisi dan kebijakan hukum yang aneh dan cenderung menguntungkan beberapa orang.

Beberapa cirri lain dari pemakaian Humor menjadi identitas budaya juga berasal dari balik Tirai Besi Rusia dan yang hampir senada dengan China.

Humor mereka biarpun lebih kejam, ternyata lebih manjur mungkin karena mereka mempunyai basis penguat yaitu ekstrimnya kekangan dan larangan seperti pada era Indonesia dibawah Soeharto.

Beberapa budaya sudah merekam dengan baik beberapa humor yang berangkat dari kesedihan dan juga ratapan hidup seperti karya-karya Charlie Chaplin.  Bahkan ada anggapan Rusia sebegitu jauh telah menghapus Tuhan, tetapi Tuhan sebegitu jauh masih lebih toleran. Pernyataan itu sendiri adalah humor ala atheis yang sangat menggelitik.

Humor karya pengarang sebagai Humor menjadi identitas budaya

Beberapa pengarang dunia yanga terkenala seperti Mark Twain pernah mengatakan bahwa  humor tersembunyi bukanlah keriangan melainkan kesedihan.

Di Sorga tak ada humor. (maka) di negeri “agama adalah candu”. Kata-kata itu sangat tepat dihubungkan dengan beberapa fakta sejarah yang rasanya kita bisa menerima bahwa humor relevan subur bermunculan terutama pada beberapa Negara ddengan pola yang sama seperti bekas jajahan komunis atau kerajaan.

Beberapa pendapat juga mengatkan bahwa Humor menjadi identitas budaya terjadi di Rusia sendiri yang telah menghapus Tuhan, sementara yang namanya Sorga bukankah cuman hak patent milik Tuhan? Kemudian itu dikembalikan dalam bentuk humor, berarti di surga tak ada humor.

Bagi beberapa orang seperti yang tahu bahwa sebenarnya humor adalah ironi tersembunyi bisa memahami hal-hal yang ingin disampaikan seperti kesedihan seperti kisah ini. Suatu malam pintu rumah seorang petani Rusia terdengar diketuk orang.

Dia takut sekali pada siapa yang akan masuk, tapi saat orang itu bilang bahwa dia adalah malaikat Maut, dia girang sekali, dia takut bahwa tamu itu polisi rahasia. Beberapa humor ini termasuk satir dan menguatkan Humor menjadi identitas budaya.

Filed in: Humor

No comments yet.

Leave a Reply