11:36 pm - Sunday October 22, 2017

Debat Capres Putaran Kedua, Prabowo dan Jokowi Seimbang

Debat Capres Putaran Kedua, Prabowo dan Jokowi Seimbang

Debat capres putaran kedua sudah terlaksana. Tidak seperti pada debat capres sebelumnya, kali ini debat hanya dilakukan oleh capres Prabowo dan capres Jokowi tanpa didampingi cawapres masing – masing. Jika pada debat putaran pertama kubu Jokowi dinilai jauh lebih unggul alias menang telak daripada kubu Prabowo, lain halnya dengan debat capres putaran kedua. Pada debat capres kali ini, masing – masing kubu dinilai sama – sama kuat dan tidak ada yang jauh mengungguli kubu lawan.

Prabowo, sebagaimana karakter yang selama ini ia tampilkan, pada debat capres kali ini pun selalu menjawab pertanyaan dengan lugas dan tegas. Sedangkan Jokowi sebagaimana biasanya, tampil lebih santai. Masing – masing capres memaparkan rencana – rencana yang telah mereka susun mengenai perbaikan ekonomi serta memperkuat ketahanan negara.

Baik Prabowo maupun Jokowi memiliki cita – cita untuk mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia kedepan melalui cara mereka masing – masing.

Prabowo lebih fokus pada reformasi pendidikan, melaksanakan ekonomi kerakyatan, serta memperkuat kedaulatan pangan, sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada di Indonesia.

Sedangkan Jokowi memiliki misi untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing Indonesia di dunia internasional. Jokowi juga merencanakan pemerataan pembangunan dan meningkatkan transportasi laut untuk menurunkan ketimpangan harga produk yang terlalu tinggi untuk wilayah Indonesia bagian timur.

Dalam debat capres putaran kedua ini, pengamat menilai Jokowi agak grogi dan kurang mengimbangi ketegasan Prabowo. Sedangkan Prabowo banyak dinilai bersikap ksatria karena berani mengakui dan menyetujui ide – ide Jokowi yang ia nilai bagus.

Berikut ini pernyataan Prabowo yang banyak menuai simpati karena sikapnya dinilai cukup lapang dada dan berani mengakui keunggulan lawan :

“Baik. Ee.. Saudara Joko Widodo dan saudara-saudara sekalian, Ini team penasehat saya mengatakan, apapun nanti, jangan pernah setuju dengan yang disampaikan saudara Joko Widodo. Jangan pernah setuju. Itu nasehat, tapi saya ni bukan politisi profesional. Saya kalau ide bagus, saya harus bilang bagus. Jadi saya tidak dengar. Saya tidak mau dengan penasehat saya. Saya.. yaaa.. sejalan dengan saudara Joko Widodo.”

Tak hanya sampai disitu, Prabowo pun kemudian menghampiri Jokowi, menjabat tangan serta memeluk dan melanjutkan :

“Dan.. Ya, bagaimana ? Masak harus gak setuju ? Kalo yang  idenya bagus, gak setuju ? Iya kan ? Maaf ya, kali ini saya gak ikuti nasehat penasehat saya. Dan saudara-saudara, kalau Ekonomi Kreatif, saya hanya punya anak satu dan anak saya memang bergerak di Ekonomi Kreatif, dan dia sebagai designer dia juga sudah muncul di manca negara. Ya.. Jadi yaa.. saya kalau soal itu ya terima kasih. Saya dukung saudara Joko Widodo”

Filed in: Politik

No comments yet.

Leave a Reply