10:38 pm - Wednesday October 18, 2017

11 Kota Paling Kotor di Dunia

Apa yang membuat Anda nyaman ketika berkunjung ke berbagai kota? Selain sarana transportasi, tentu faktor kebersihan juga akan mempengaruhi penilaian Anda terhadap tempat yang Anda datangi. Berikut adalah daftar 11 kota yang dinilai sebagai kota paling kotor di dunia.

yamuna

1. Ouagadougou, Burkina Faso

Ibukota Burkina Faso ini, menurut sebuah studi dari Bank dunia dinyatakan sebagai kota paling kotor di dunia. Tingkat penyakit kanker dan pernafasan terus meningkat seiring dengan peningkatan polusi udara yang disebabkan oleh asap kendaraan bermotor serta partikel debu di udara.

2. Bamako, Mali

Bamako, selain sebagai Ibukota, kota ini juga merupakan kota terbesar di negara Mali. Kekeringan telah menyebabkan arus migrasi dari desa ke Ibukota yang justru memperparah masalah pulusi, sanitasi dan pengolahan air di kota ini.

3. Pointe Noire, Congo

Menurut CIA WorldFactBook, sekitar 70% dari populasi penduduk Congo tinggal di Brazzaville atau Pointe Noire dan di sepanjang jalan kereta api yang menghubungkan kedua kota tersebut. Kota ini semakin menderita dengan tingkat polusi yang tinggi dari emisi kendaraan serta pencemaran air yang tak terkendali dari massa limbah yang mencemari pasokan air.

4. Lome, Togo

Lome yang merupakan Ibukota Togo, berada di dekat perbatasan Togo dan Ghana. Air dan pengelolaan limbah telah menjadi salah satu masalah utama negara ini. Banjir yang kerap terjadi berbagai kota di Togo semakin memperbesar masalah sanitasi negara ini.

5. Conakry, Guinea Republic

Di Conakry, Ibukota Guinea Republic, persentase dari populasi penduduk yang memiliki akses air bersih teramat rendah. Bank Dunia pernah berinisiatif untuk memfokuskan pasokan air bersih serta sanitasi yang baik bagi Conakry. Namun upaya ini sepertinya belum menunjukkan hasil yang signifikan.

6. Nouakchott, Mauritania

Terletak di utara Afrika, Mauritania berada di Utara Samudera Atlantik antara Senegal dan Sahara Barat. Karena iklimnya yang seperti gurun, kekeringan dan pengelolaan air merupakan masalah penting bagi negara ini yang belum juga terpecahkan hingga kini.

7. Niamey, Niger

Ibukota Niger, Niamey, adalah tangki polusi dan limbah. Di negara dengan total populasi di bawah 14 juta jiwa, harapan hidup sehatnya sungguh sangat kecil, sebagian dikarenakan buruknya sanitasi dan kualitas air minum. WHO sendiri menyatakan bahwa sekitar satu dari empat anak yang dibesarkan disini akan meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun.

8. Luanda, Angola

Terletak di pantai Angola dengan Samudra Atlantik di bagian baratnya, Luanda adalah kota pelabuhan terbesar. Studi dari beberapa lembaga, termasuk UNICEF dan Oxfam menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk di Luanda miskin air minum dan dalam beberapa kasus kualitas air minum yang mereka dapat malah berbahaya. Sebagian besar bagian penduduk tinggal di pemukiman penduduk yang disebut musseques yang dibangun di atas timbunan limbah yang telah mengeras. Air ditampung di pemukiman ini di tanki pribadi mereka, yang secara konsisten menunjukkan tingkat kandungan klorin yang cukup tinggi.

9. Maputo, Mozambique

Terletak di Samudra Hindia, salah satu negara di Afrika Timur, Mozambique menderita oleh buruknya proses sanitasi. Tidak ada sistem pembuangan limbah padat maupun pengolahan limbah di negara ini. Ibukotanya, Maputo menjadi kota yang merasakan konsekuensi terburuk. Tumpukan sampah di jalan-jalan, dan limbah di sungai tampak tebal di seluruh kota ini.

10. New Delhi, India

Sampah dan kotoran mengalir bebas di sungai Yamuna, New Delhi, menciptakan lingkungan yang kaya untuk pertumbuhan penyakit yang terbawa air sehingga berkontribusi sangat tinggi dalam tingkat kematian dini bayi.

11.Port Harcourt, Nigeria

Masalah dengan pembuangan limbah terus mencemari sungai-sungai Nigeria, terutama yang mengalir di kota Port Harcourt. Kota ini kurang memiliki strategi dalam mencegah tumpahan minyak dan kontaminasi.

Filed in: Dunia

No comments yet.

Leave a Reply